BMPP Desak Pemerintah Kota Cilegon Tutup Hiburan Malam

Cilegon - Berdasarkan laporan dari masyarakat dan banyaknya  pelanggaran terhadap Perda No: 2/2003 tentang penyelenggara hiburan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Banten Monitoring Perindustrian Dan Perdagangan (BMPP) mendesak pemerintah Kota Cilegon, untuk menutup tempat hiburan yang telah meresahkan masyarakat tersebut.

Desakan tersebut rencananya LSM-BMPP, akan melakukan aksi unjuk rasa (UNRAS), yang diarahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Cilegon, Dinas Polisi Pamong Praja (Polpp) Kota Cilegon.

Menurut informasi Unras akan dilaksanakan pada Rabu 9 Januari 2019.

Kepada Wartawan Ketua Umum (Ketum) LSM-BMPP, Deni Juweni mengatakan, Aksi unras tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat dan keberadaan tempat hiburan tidaklah berijin.

"Mengacu pada Perda nomer 2/2003, keberadaan tempat hiburan di kota Cilegon tidak lah berizin, untuk itu pemerintah harus tegas dengan menutup kegiatan ilegal tersebut," Kata pria yang akrab disapa Kang jen (02/1/19)

Selain tidak berizin, Lanjut Kang Jen,Tempat hiburan malam diduga sebagai tempat terjadinya keributan dan ajang maksiat.

" Izinnya hotel dan restoran, tetapi yang katanya hiburan malam sebagai fasilitas itu menjadi jualan utama dari produk mereka, belum lagi tempat dan fasilitas, serta keberadaannya menyalahi aturan Perda, belum lagi didalamnya di datangkan minuman bersoda Al-qohol." tuturnya.

Kang Jen, menegaskan jika pemerintah tidak dapat menutup tempat hiburan yang tidak berizin tersebut, maka pihaknya lah yang akan melakukan.

"Jika pemerintah masih berat untuk menutup maka LSM-BMPP lah yang akan bergerak untuk menutup tempat tersebut," tegasnya

Sementara itu, Wakil Ketum LSM-BMPP Nurki Hidayah atau yang akrab disapa Abah gacon berharap, dengan ditutupnya tempat hiburan, Kota Cilegon yang merupakan kota santri terhindar dari maksiat.

"Keberadaan tempat hiburan telah membuat citra Cilegon sebagai kota santri buruk, untuk itu kami dengan tegas menolak dan meminta tempat maksiat tersebut ditutup," harapnya. (Wan/red)


    Berita Terkait