Di Keluhkan Warga, Karang Taruna Ciwandan Desak DLH Kaji Ulang Ijin PT. Indofero

CILEGON I Bantenplus.co.id


Menyikapi Keluhan Warga dilingkungan Kelurahan Kepuh Kecamatan Ciwandan, Atas Aktifitas pembongkaran bahan baku Nikel Ore, milik perusahan PT. Indofero yang berada di perintahkan Jalan Lingkar Selatan, Karang Taruna Kecamatan Ciwandan , Mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, untuk mengkaji Ulang Ijin perusahan tersebut.

Keinginan tersebut, disampaikan saat urun rembuk dengan pengurus dan anggota ,di kantor Karang Taruna Kecamatan Ciwandan, minggui (20/5/19)

Ketua Karang Taruna Kecamatan Ciwandan, Ahmad Mahdi, Mengatakan, Keluhan warga atas ceceran bahan baku tersebut, sudah tidak lagi bisa di bendung, melihat banyaknya laporan atas kejadian tersebut.

"Bahkan ada pesat singkat yang disampaikan kepada ketua karang taruna kelurahan Kepuh, hingga mengucap karang tarunanya "tidur" melihat kejadian seperti ini, untuk itu kami langsung melakukan urung rembuk, agar ada solusi dari persoalan tersebut," katanya seusai melakukan urun rembuk , kepada seputar banten

Dari hasil urun rembuk, Ahmad Ahmadi , mengaku, akan segera mendesak Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Kota Cilegon, untuk bersikap tegas dan mengkaji ulang ijin lingkungan perusahan pengelolaan besi baja tersebut.

"Persoalan debu ini sangat kompleks, pasalnya keberadaan perusahan tersebut , berada di tengah-tengah pemukiman warga. Meski ada perjanjian dengan warga , kembali beroperasinya PT Indofero, kami karang taruna kecamatan Ciwandan yang telah berkordinasi dengan karang taruna kota Cilegon , meminta DLHK Kota Cilegon, dapat mengkaji ulang ijin lingkungan perusahan tersebut," akunya

Meski demikian, Ahmadi, Tetap mendukung adanya investasi perusahan dilikungannya, sebagai bentuk peningkatan perekonomian.

"Kita (karang taruna), Tetap mendukung adanya investasi perusahan dilingkungan kami, namun dengan adanya keluhan dari masyarakat, pemerintah , perusahan dan masyarakat, harus sama-sama dapat mencari solusi, agar adanya industri dilingkungan dapat berdaya guna," harapnya. (Ghataf).


    Berita Terkait