FPI Pandeglang Ajak Masyarakat Jaga NKRI dan Cegah Radikalisme

PANDEGLANG - Front Pembela Islam (FPI) Pandeglang Banten mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI) dan mencegah Radikalisme Dengan Mengaji Bersama Di Masjid.

Hal itu disampaikan oleh Panglima Front Pembela Islam (FPI) Pandeglang Banten Ustad abdul Rouf disela sela pengajian Rutin yang dihadiri kurang lebih 300 orang di Masjid Nurul Haq Pandeglang Banten, Senin, (09/12/2019).

Ia mengatakan, di era reformasi sekarang ini, dimana sulit sekali membedakan mana yang benar dan mana yang salah, dimana sangat mudah sekali mendapatkan informasi dengan bukti bukti yang ada, sudah seharusnya berlaku bijak dan penuh dengan kehati hatian.

"Banyak Sekali informasi yang kita dapat terima, namun, disini kita dituntut untuk bijak memilih dan memilah, jangan sampai terjerumus oleh informasi informasi yang tidak benar atau hoax dan tidak jelas yang dapat menimbulkan segala macam tindakan radikalisme yang dapat memecah belah keutuhan negara repoblik indonesia," terangnya.

Masyarakat Harus teliti, katanya, terutama para kaula muda, jika mendapatkan indirmasi yang belum jelas kebenarannya, mendengar ataupun ada yang mengajak apapun soal soal yang berkaitan dengan urusan pilitik atau apapun harus di cros cek dahulu kebenarannya dan di informasikan pada orang tua.

"Penyampaian saya saat ini khususnya bagi para pemuda kedepan, jika ada mendengar atau nengajak apapun soal soal yang berkaitan dengan urusan pilitik atau apapun, saya berharap untuk dicek kebenarannya dahulu, jangan di sebar luaskan, dan di informasikan pada orang tua kita di kampung, karna insya alloh dengan kebersamaan kita akan di lindungi oleh allah swt. radikalisme itu di pandang sebagai salah satu kerusakan, ketidakbolehan, radikalisme itu sebuah gerakan yang separatis yang membabi buta, menghukumi tidak memakai hukum apapun, bahkan cenderung untuk memecah belah bangsa, dan radikalisme yang semacam itu kita menolak dan harus ditolak, Artinya, kalau ada radikalisme radikalisme seperti itu kita wajib menolak," tegasnya.

Ustad abdul Rouf juga menjelaskan, tidak ada dalam ajaran agama islam yang membenarkan membunuh seseorang bukan dalam keadaan perang,membunuh seseorang bukan dalam keputusan hakim.

"Dalam ajaran islam tidak membenarkan membunuh seseorang bukan dalam keadaan perang,membunuh seseorang bukan dalam keputusan hakim, artinya, pembunuhan diluar hukum agama dan hukum negara itu tidak boleh, itu bisa dikatakan radikalusme, dan kita sebagai masyarakat menolak itu, mari kita bersama sama kembali ke pada apa yang disampaikan alloh untuk bersama sama berkumpul dalam tali alloh, jangan bercerai berai, dan mencintai tanah air atau negara itu sebagian dari iman, artinya tidak salah para tokoh pejuang kita berjuang membela tanah air ini, negara kesatuan repoblik indonesia.maka dari itu kita sepakati bersama bahwa negara kesatuan repoblik indonesia itu adalah bagian harga mati kita," jelasnya.

Sementara itu Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kiai haji Mahmud menambahkan, sebagai warga masyarakat yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI), tentunya mempunyai harapan yang baik.

"Kita sama sama memaklumi, bahwasanya kita semua mempunyai tiga harapan, hidup yag damai aman sejahtera sentosa yang dilaksanakan oleh pemyelenggara negara yaitu pemerintah merupakan harapan masyarajat pada penerintahnya, begitu pula hak hak pemerintah yang menginginkan masyarakatnya bekerja sama menjaga negara ini dengan baik, dan juga harapan semua warga masyarakat bangsa indonesia secara keseluruhan mulai dari masyarakat pekerja petani sipil, tni, polri sama mengharapkan agar indonesia ini tercapai cita citanya, yaitu negara kesatuan repiblik indonesia yang berdaulat adil dan makmur tentunya, "terangnya.

Lalu bagaimana cara menolak radikalimes yangbdapat menecah belah bangs, Kiai haji Mahmud melanjutkan, hal tersebut mudah dan sederhana yaitu, selain mengaji berbarengan di masjid, yakin pada hukum alloh, apa yang disampaikan oleh rosululloh itu adalah sebuat mentor, sebuah gagasan yang sangat bermanfaat dimuka bumi, artinya dengan belajar agama yang baik dengan santun, dengan sopan,dengan rahmat, melaksanakan apa apa yang diajarkan oleh guru, itu insya alloh tidak akan ada radikalisme yang arogan, radikalusme yang tidak di inginkan oleh kita bersama yaitu bergerak berbuat tidak sesuai dengan hukum.yang memecah belah bangsa.

"Mari bersama sama kita tolak kekerasan dari pihak manapun, entah itu dari luar ataupun dari masyarakat, dan mari kita dorong semua elemen bangsa ini, baik itu masyarakat, tni, polri untuk berjuang menegakkan negara kesatuan repoblik indonesia sesuai dengan cita cita para keluhur kita untuk menciptakan negeri yang berdaulat, negeri yang adil dan makmur,Kita harus suppot baik tni polri dan sipil untuk nkri," tandasnya.(den)


    Berita Terkait