Hadiri Penutupan USAID Prioritas, Tatu; Masih Banyak PR yang belum Tuntas

bantenplus.co.id - SERANG Program USAID Prioritas (Prioritizing Reform, Innovation, and Opportunities for Reaching Indonesia's Teachers, Administrators, and Students) yang di luncurkan pada 23  Oktober 2012 lalu oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, hari ini, resmi di tutup langsung oleh Bupati Kabupaten Serang, Ratu Tatu Chassanah, yang di dampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya, Koordinator USAID Prioritas Provinsi Banten, Rifki Rosyad dan Unsur Muspida Kabupaten Serang dan Kota Cilegon serta seluruh Pengurus Sekolah Mitra program USAID Prioritas.

Dalam sambutannya Tatu berharap agar praktik baik yang sudah di jalankan (2012-2017) dapat terus di tindaklanjuti oleh para peserta Guru ataupun murid, jadi

Penutupan yang di gelar tidak menjadi akhir dari program yang diberikan USAID Prioritas dalam pelatihannya.


Menurutnya, Program USAID ini bukan hanya peningkatan mutu untuk Kepala Sekolah, Guru, tetapi juga para orang tua yang tergabung dalam Komite Sekolah.

"Ini program yang sangat baik sekali, selama 5 tahun berjalan. walaupun di Kabupaten masih ada sekolah tersisa yang belum tersentuh oleh program ini," Ungkap Tatu usai hadiri penutupan USAID Prioritas di Hotel Ratu Bidakara, Serang, (5/5).

Repliksasi dari Anggaran Apbd 2012 lalu kata Tatu, akan diselesaikan tahun ini melihat masih ada 600 an sekolah (Sd/MI, SMP/MTS) yang belum terdaftar, pihaknya bersama dengan Kemenag akan terus bersinergi menuntaskan program USAID yang telah berjalan.

Masih kata dia, Program USAID ini sangat penting untuk di ikuti para pengajar ataupun pelajarnya, karena kita (Pemda) ingin meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat.

"Saya melihat metode yang dibentuk USAID ini sangat bagus, karena untuk mendapatkan pelajar yang baik di awali dengan pengajar yang bagus dan berkualitas juga," Katanya.

Masih pada Kesempatan yang sama, tim Koordinator USAID Prioritas Privinsi Banten, Rifki Rosyad mengatakan, pihaknya hanya sebagai fasilitator, hanya membantu pelatihan dari pemintaan pihak sekolah dengan harapan Pemerintah Daerah juga terlibat didalamnya.

"Pelatihannya tiap sekolah rata-rata mengirim 15 peserta latihan termasuk Kepala Sekolah dan Pengawasnya," katanya.

Dari pelatihan yang dilakukan di Privinsi Banten, kata Rifki, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan yang tereplikasi hampir seluruhnya, karena cakupan wilayahnya pun sedikit.

Sedangkan untuk Kabupaten Serang yang cakupannya lebih luas, belum dapat tereplikasi seluruhnya, kendati begitu, dirinya sangat berterima kasih kepada Pemkab Serang yang dalam hal ini terus mengupayakan agar seluruh sekolah di Kabupaten Serang dapat tercover.

"Tadikan Ibu Bupati mengatakan bahwa sekolah yang belum tereplikasi oleh kami adalah tanggung jawab penuh pihaknya, dan itu menurut saya sangat bagus, apalagi sudah dalam anggaran di APBD untuk 5 tahun berikutnya" Paparnya.


(Gita/red)


    Berita Terkait