Hasil Rakor, BI Fokus tingkatkan Produksi Ketahanan Pangan di Banten

bantenplus.co.id - SERANG Rapat Koordinasi (Rakor) Bank Indonesia bersama Pemerintahan Provinsi Banten memfokuskan pada Reformasi Pangan dengan menjamin ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Kamis (13/4/2017).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Budiharto Setyawan, mengatakan dalam Kesempatan ini dirinya membahas mengenai ketahanan pangan Karena polabilitas harga komodis pangan berpengaruh langsung terhadap inflasi yang menjadi konsen Bank Indonesia.

Dalam Rapat Koordinasi kali ini, dihadiri oleh Bupati Lebak, Iti Oktavia Jayabaya, Bupati Pandeglang, Ina Nurlita, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Periode 2013-2016 Hendar, dan Ketua Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Indonesia Bustanul Arifin.

Menurut Budi, ini adalah Rakor lanjutan pada 31 Maret lalu yang dilakukan Bank Indonesia Pusat dengan Kementerian Pertanian di Semarang. "Dari situ kita sosialisasikan rekomendasi yang dihasilkan di Rakor Pusda, yang kemudian kita terapkan di Banten terkait  ketahanan pangan, ketersediaan pasokannya dan keterjangkauan harga bagi masyarakat," ucapnya.


BI merekomendasikan 5 Program, salah satunya langsung di implementasikan di Provinsi Banten. Seperti penatapan wilayah untuk pangan tertentu.

Kabupaten Pandeglang contohnya, yang di tetapkan untuk penanaman jagung dari 200 ribu Hektare di Provinsi Banten 100 ribu hektarenya di Kabupaten Pandeglang.

Dalam Kesempatan ini, Iti Oktavia Jayabaya, Bupati Lebak juga ikut memaparkan bahwa persoalan pertanian perlu konsentrasi  bersama, perlu sinergitas semua, dan tugas BI itu sebagai pemegang kebijakan moneter dan untuk menjaga implasi. salah satunya yang paling besar adalah bagaimana polalatif konsumsi masyarakat yang cukup tinggi masih di atas 47%, di antaranya cabe, bawang merah yang merupakan bahan pokok rumah tangga.

"Diskusi ini bagus karna saya banyak dapat ilmu jadi nanti kedepan bisa menjadi suatu kebijakan yang kita implementatifkan untuk sektor pertanian di Kabupaten Lebak sesuai jargon kami yaitu lebak sejahtera," ucapnya saat di temui usah Rakor.

Sedangkan Budi melanjutkan, mengapa pihaknya memilih 2 Kabupaten dari 4 Kabupaten di Provinsi Banten, karena menurutnya, kedua Kabupaten ini memiliki kawasan pertanian yang luas, "jadi tidak ada salahnya jika mereka kita (Kabupaten Lebak dan Pandeglang) minta sharing terhadap upaya dalam pengembangan sektor pertanian," terangnya.

Sementara itu, pada perekonomian Banten, Sektor pertanian hanya berkontribusi sebesar 6,12% dari perekonomian Banten pada tahun 2016. Sedikit turun dari posisi tahun 2010 dengan pangsa 6,17%. 

"Dengan Rakor ini kita mengharapkan khususnya rekomendasi dari Rakor pusat di semarang lalu, dapat  terimplementasikan di provinsi banten," Tutupnya.


(Gita/red)



    Berita Terkait