Inilah 5 Pahlawan Islam Paling Terkenal Pada Masa Penjajahan Belanda

Pada zaman penjajahan oleh kompeni Belanda, ada banyak pahlawan tanah air yang beragama Islam yang menggerakan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Namun pada kesempatan ini kami akan membatasi pada 5 pahlawan Islam Indonesia saja yang sudah terkenal namanya di benak rakyat Indonesia.

Berikut daftar pahlawan Islam di masa penjajahan Belanda

1. Pangeran Antasari

Pangeran Antasari, lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar meninggal di Bayan Begok, Hindia Belanda, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun

Ia adalah Sultan Banjar. Pada 14 Maret 1862, dia dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja

2. Teungku Chik di Tiro

Nama lengkap beliau Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman lahir di Pidie tahun 1836 dan meninggal di Aceh Besar, tahun1891. Beliau adalah salah seorang pahlawan nasional dari Aceh.

Teungku Chik di Tiro adalah tokoh yang kembali menggairahkan Perang Aceh pada tahun 1881 setelah menurunnya kegiatan penyerangan terhadap Belanda

3. Pangeran Diponegoro

Memiliki nama asli Bendara Pangeran Harya Dipanegara lahir di Jogja tahun 1785 dan meninggal di Makassar tahun 1855 pada umur 69 tahun Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa yang berlangsun dari 1825-1830 melawan pemerintah Hindia Belanda. Perang tersebut tercatat sebagai perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia.

4. Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat tahun 1772 dan beliau wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Minahasa pada tahun 1864. Beliau adalah salah seorang ulama, pemimpin, pejuang dan pahlawan Islam Indonesia yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838.

5.Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda lahir di Banda Aceh pada tahun 1593 dan wafat pada tahun 1636 merupakan sultan yang paling besar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636. Aceh mencapai kejayaannya pada masa kepemimpinan Iskandar Muda, dimana daerah kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi internasional sebagai pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam. Nama beliau kini diabadikan di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh.(ry/net)


    Berita Terkait