Kadin PB: Kenapa Harus Bawa Organisasi Kami, Selesaikan Sendiri Masalahnya Secara Internal

CILEGON - Fathurahman, Ketua kamar dagang dan industri Paradigma Baru (Kadin PB) menggelar konferensi pers menyikapi pernyataan Ketua Kadin Kota Cilegon Sahruji, yang menyatakan penolakannya terhadap pengusaha bernama Samlawi yang akan membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin, karena menuding Samlawi sudah masuk dalam keanggotaan Kadin PB. Rabu (20/03/19).

"Saya kaget sekaligus prihatin dengan kondisi kubu sebelah, tolong jangan bawa-bawa orang lain. Dalam hal ini menarik-narik Kadin Paradigma. Saya tidak ada masalah dengan Pak Sahruji." Tutur Faturahman, sekaligus dirinya merasa sikap Sahruji tidak pantas menyeret organisasi kadin PB ke dalam masalah internal organisasinya.

Dirinya menyarankan agar menyelesaikan permasalahannya secara internal.

" enggak mungkin ada asap kalau tidak ada api," Terangnya kepada awak media.

"Organisasi hidup karena ada anggota, terkait statement Samlawi, dia itu bukan pengurus Kadin PB, memang sering main ke sini pengen jadi anggota sini kita terbuka siapapun kita terima, kita semua tampung. Perkara pengurus dan anggota Kadin Pak Sahruji banyak juga yang mau masuk ke kita, tapi saya bilang jangan. Saya malah menghendaki saya jalan, Pak Sahruji juga jalan, bersinergi," imbuhnya.

Selain menyarankan pihak Kadin Sahruji melakukan introspeksi terkait persoalan internalnya, Faturochman juga mengajak pengusaha di Kota Cilegon untuk kompak dan bersatu.

"Ayo kita bangun kebersamaan Cilegon nggak ada perpecahan. Kalau pecah yang menikmati pengusaha luar, kalau bersatu insyaAllah kita kuat," tegasnya.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Cilegon (FKPC) Ahyadi Sanusi, yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut, juga menjelaskan dan menegaskan bahwa tidak ada larangan dalam aturan organisasi Kadin yang membatasi pengusaha membuat KTA.

"Nggak ada aturan dalam AD/ART ketika pengusaha punya KTA Kadin Paradigma, terus masuk Kadin sana juga kan nggak ada larangan. Saya juga lihat AD/ART Kadin Pak Sahruji nggak ada larangan. Yang anggota kan bukan pribadinya, kalau nggak paham organisasi ya nanya," imbuhnya, tegasnya. (Wan/red)


    Berita Terkait