Kepala BPKAD : Saya Berharap Pemberian THR Cukup Di Atur Oleh Kapala Daerah

PANDEGLANG - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pandeglang Ramadain Berharap Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang cukup di atur oleh Kepala Daerah.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pandeglang Ramadani mengatakan, jika harus mengikuti aturan teknis yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2019 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara dan Pensiunan, butuh proses panjang sehingga tidak akan tuntas dalam waktu dekat, semua Pemerintah baik Pemerintah Kabupaten ataupun Kota termasuk Provinsi berharap pemberian THR cukup di atur oleh Kapala Daerah.

"Semua Pemerintah Daerah Kabupaten, Kota termasuk Provinsi mengharapkan ketentuan lebih lanjut pemberian THR ini cukup di atur oleh peraturan Kepala Daerah,oleh Pergub, perbup dan perwal, kalau Pergub, Perwal 2 sampai 3 hari juga beres, kalau Perda butuh waktu paling cepat 1 bulan," Ucapnya saat di temui awak media di Kantornya, Rabu(13/05/19).

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil peraturan Pemerintah Nomor 36 taun 2019, dan berharap minggu ini hasilnya sudah selesai.

"Belum kemaren katanya rapat di pusat tapi kita belum tau hasil akhirnya seperti apa kita tunggu, mudah - mudahan minggu ini sudah bisa di selesaikan ,minggu depan masih ada waktu seminggu kita finalisasikan Peraturan Bupati yang berkaitan dengan tata cara pemberian THR ini,"kata Ramadani.

Menurutnya hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari Pemerintah Pusat, kemungkinan Tunjangan Hari Raya (THR) akan di berikan setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Ya tadi mungkin THR nya di bayar nanati setelah Idul Fitri, jadi bukan Tunjangan Hari Raya lagi tapi Tunjangan Setelah Lebaran (TSL), ya walaupun uangnya gak ilang sudah di anggarkan hanya pembayrannya saja yang tertunda, ya mungkin stelah lebaran"pungkasny.(Andre/red)


    Berita Terkait