KONJEN RI DI JOHOR KUNJUNGI PAMERAN FTZ TANJUNG PINANG

Johor. BANTENPLUS--- Badan Pengelola FTZ Tanjung Pinang mencoba menarik investor Malaysia khususnya Johor Baru dengan menggelar pameran investasi di pusat perbelajaan Angsana, Johor Baru, Malaysia. Pameran selama 4 hari ini memiliki target investor untuk 2 kawasan yaitu Dompak dan Senggarang, BP Tanjung Pinang menawarkan industri halal di Dompak, sementara di Senggarang menawarkan perumahan pensiun seluas 12.4 hektar. Konsul Jendral Republik Indonesia di Johor Baru, Sunarko menjelaskan .

"event ini sangat tepat untuk menarik investor di Malaysia karena kedekatan budaya dengan negeri jiran,ada 3 pendekatan yang harus dilakukan yaitu strategi dari lokasi, Budaya dan Kebijakan yang berkesinambungan dalam project investasi" kata Sunarko.

Sunarko Konsul Jendral Republik Indonesia di Johor Baru

Hadir juga dalam kesempatan ini sekertaris dewan kawasan Bintan Karimun Samsul Bahrum Ph.D.

"Kita akan perkuat sarana dan prasarana untuk meningkatkan minat investor terutama di sektor pariwisata dan sarana industri, di sektor inilah peluang terkuat kami" ungkap Samsul Bahrum.

Samsul Bahrum Ph.D Sekertaris dewan kawasan Bintan Karimun

Sementara ketua pelaksana event dari BP Tanjung Pinang, Lili Sujana menjelaskan bahwa kedua daerah yang ditawarkan yaitu Dompak dan Senggarang memiliki Return Of Investment yang tinggi. Bahkan di Senggarang investasi perumahan pensiun bisa kembali dalam waktu kurang dari 5 tahun.

" Event seperti ini akan sering kami lakukan untuk lebih meningkatkan awarness Tanjung Pinang di mata investor, selain pameran kita juga sering mengikuti forum bisnis di dalam dan luar negeri " kata Lili Sujana.

Lili Sujana, Ketua pelaksana event dari BP Tanjung Pinang

Dompak dan Senggarang adalah dua kawasan FTZ di Tanjung Pinang yang menargetkan masuknya investasi dari luar negeri lebih dari 1 juta dollar amerika. Investasi asing memang menjadi tujuan pemerintah pusat untuk menjaga tingkat pertumbuhan ekomomi. Setelah dalam 5 tahun terakhir menggenjot pembangunan infrastruktur.


    Berita Terkait