Kritisi Pemilu 2019, Mahasiswa Banten Lilit Tubuh Dengan Selotip

SERANG - Beberapa mahasiswa yang tergabung dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Serang gelar aksi damai dalam rangka memperingati 21 tahun reformasi sekaligus Hari Kebangkitan Nasional.

Aksi yang dilakukan didepan kampus UIN SMH Banten tersebut bertajuk "Lawan Rezim Selotip Pembungkam Suara Rakyat" itu di isi dengan orasi, puisi dan pembagian bunga mawar oleh massa aksi yang di lilit selotip disekujur tubuhnya.

Koordinator Aksi, Taufiq mengatakan bahwa selama berjalannya reformasi hingga 21 tahun kini nyatanya belum bisa merealisasikan tujuan dari reformasi yang diinginkan.

"Reformasi itu kan menginginkan adanya perubahan negara yang lebih demokratis dibandingkan dengan orde baru. Namun nyatanya hari ini kondisi demokrasi di Indonesia tidak ada bedanya," ujar Taufiq disela-sela aksi, Senin (20/5).

Lanjut Taufiq, hal tersebut dikarenakan dilihat dari banyaknya tindakan penangkapan dan kriminalisasi terhadap masyarakat maupun tokoh-tokoh politik karena mengungkapkan pendapat pribadinya.

"Kita bisa lihat sendiri bagaimana kehidupan demokrasi ini dipenuhi dengan delik dan pidana kepada mereka yang menyuarakan pendapatnya baik itu mahasiswa, masyarakat, maupun tokoh terkemuka," ungkapnya.

Dari pantauan kami, sebanyak 2 orang massa aksi yang diselotip sekujur tubuhnya, hal tesebut menurutnya menggambarkan sebagai bentuk pembungkaman dari rezim terhadap mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya.

Ia menambahkan, mahasiswa juga mengangkat isu mengenai carut marutnya perhelatan Pemilu 2019 ini. Menurutnya, banyaknya korban meninggal dari penyelenggara pemilu merupakan catatan kelam dalam perhelatan 5 tahunan ini.

"Bayangkan 500 lebih petugas KPPS, Panwaslu, dan keamanan meninggal karena perhelatan 5 tahunan ini. Tentu ini merupakan catatan buruk dalam sejarah bangsa Indonesia," terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI MPO Cabang Serang Ubaidilah mengatakan, bahwa aksi tersebut merupakan aksi serentak yang dilakukan di setiap Kota dan Kabupaten yang ada di Indonesia.

"Karena ini merupakan instruksi dari Pengurus Besar (Nasional) HMI MPO, maka ini merupakan aksi serentak yang dilakukan oleh setiap cabang yang ada di Indonesia," tandasnya. (Nahrul/red)


Berita Terkait