Kunjungi TNUK, Bupati Minta Investor Segera Selesaikan Sapras Pariwisata

Pandeglang, BantenPlus.co.id – Dalam rangka memperingati World Rhino Day (Hari Badak Sedunia) Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama Direktur Konservasi Keaneka Ragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup Indra Ekploytasia Semiawan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), lakukan kunjungan ke wilayah Taman Nasional Ujung Kulon  (TNUK)  yaitu Pulau Peucang, Cidaun, muara Cigenter,  dan Handuleum, Sabtu (22/09/18).

Melihat potensi yang besar,  Bupati Irna berharap pihak pengusahan atau investor yang sudah ditunjuk oleh pihak Kementerian Pariwisata agar segera melakukan pembangunan sarana dan prasarana penunjang untuk menarik minat para Wisatwan khususnya manca negara.

"Disini potensi sangat besar sekali, namun sarana memang belum memadai.  Jika sarana ini terbangun,  kami yakin para wisatawan akan banyak berkunjung kesini," kata Irna saat bertemu dengan para investor di Peucang Islands. 

Menurutnya,  Tanjung Lesung memang ditunjuk sebagai daerah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),  namun Irna mengakui, wilayah penyanggah KSPN ini ternyata tidak kalah cantik potensi alamnya, "Kita akan bangun ini secara bersama. Saya berharap konsepnya harus sudah jelas, insya Allah akan representatif tempat wisatanya. Pemprov Banten  dan pusat juga harus bantu kami,  dengan Transportasi yang  biaya nya lebih murah," harapnya. 

Dalam acara yang sama,  Mamat Rahmat Kepala Balai TNUK mengatakan, dirinya berharap dua investor yaitu Wana Wisata Alam Hayati  (WWAH) dan Pusaka Suaka Kulon (PSK) dapat segera menyelesaikan pembangunan dibeberapa titik yang sudah ditentukan, "Misalkan Track wisata sepeda ,  pengemasan jalur interpretasi,  Tanjung Layar,  Ciramea,  dan Air Terjun," kata Mamat. 

Memat meyakini,  setiap tempat wisata harus memiliki ciri khas tersendiri agar menarik minat pengunjung sepertihalnya pulau komodo, "Oleh sebab itu ruhnya adalah Badak,  orang datang ke Pandeglang pasti ingin lihat badak,  tapi badaknya tidak ada. Makanya kami akan segera merealisasikan untuk penangkaran Badak yaitu adanya di cilintang, dan badak itu harus hidup secara alami tidak boleh terganggu. DED sedang kami buat dan badak dapat dimasukan ke tempat wisata," jelasnya. 

"Yang sudah ada angganrannya itu pengembangan salahsatunya Bumi Perkemahan  dan wisata Sepeda di Legon Pakis, "ungkapnya. 

Beni Widjadja pengusaha dari Perusahaan WWAH mengatakan,  saat ini dirinya sedang mengembangkan fasilitas penginapan,  beach club di Pulau Peucang," Misi kita itu pelestarian alam,  edukasi dan pemberdayaan masyarakat,  agar walaupun banyak wisatawan yang datang tentu akan tetap lestari, "kata Beni. 

Menurut Beni,  ruhnya dari wisata di Pandeglang adalah Ujung Kulon,  oleh sebab itu kata Beni,  tugas utama dari para investor menjaga agar alam tetap lestari,  walaupun diintruksikan oleh pemerintah pusat harus meningkatkan devisa," Ini tugas kita mengangkat daerah dan masyarakatnya agar perekonomiannya bisa maju dari sektor wisata, "pungkasnya. 

Sementara Investor lainnya,  Agam dari Perusahaan Pusaka Suaka Kulon (PSK) mengatakan,  dalam pengembangan Pulau Peucang, dirinya akan memakai konsep Konservasi, Rekreasi,  dan Edukasi," Kita akan kembangkan Eco Tourism , konsep kita untuk membangun disini namun tetap memperhatikan  kearifan lokal. Dan dari 450 hektar Pulau Peucang,  kami kebagian wilayah pengembangan 10% dari jumlah tersebut, "ujarnya.


(Aldo)


    Berita Terkait