Pemkab Validasi Data 1.033 Rumah Rusak Akibat Bencana Tsunami

Pandeglang – Bencana tsunami yang melanda selat sunda tepatnya di Kabupaten Pandeglang pada 22 Desember yang lalu, menelan ratusan korban jiwa dan mengakibatkan ratusan Kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya di terjang tsunami.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah memvalidasi data terkait kerusakan rumah di Kecamatan yang terdampak bencana, baik itu rumah yang rusak ringan, sedang dan berat.

“Kami saat ini sedang memvalidasi data terkait rumah yang rusak akibat bencana tsunami, baik itu rumah yang rusak ringan, sedang dan berat, “Kata Sekda Pery saat pimpin Rapat Validasi data kerusakan rumah di Kecamatan yang terdampak bencana yang di laksanakan di Oproom Bappeda, Senin (14/01/14).

Lebih lanjut Ia mengatakan nantinya data tersebut akan di tindak lanjuti untuk kajian oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Banten, karena penanganan bencana di awali dari data kemudian perencanaan kegiatan.

”Saya berharap data ini final, karena Pemerintah telah menurunkan tim, yang melibatkan seluruh stakeholder terkait dan secara legalitas di tandatangani, “Tuturnya.

“Validasi data base ini akan segera kita selesiakan secepatnya, nanti kita segera usulkan kepada Pemerintah Pusat maupun Pemprov tinggal nanti bagiamana tindak lanjutnya,”Tegas Sekda.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang Kurnia Satriawan mengatakan sebanyak 1.033 rumah yang rusak akibat bencana tsunami di 8 Kecamatan yang terdampak bencana, dilihat dari tingkat kerusakan, rusak ringan sebanyak 209, sedang 115, rusak berat 162, dan rusak total berjumlah 547, jumlah keseluruhan rumah yang rusak akibat bencana tsunami sebanyak 1.033.

“Dari data base tersebut, saat ini telah kita validasi dan dibuat berita acara, untuk segera kita laporkan ke Pemerintah Pusat maupun Provinsi untuk di verifikasi dan di tindaklanjuti, “Tutupnya. (aldo/red)


    Berita Terkait