Polisi Tangkap Empat Orang Pelaku Sindikat Peredaran Sabu-Sabu

bantenplus.co.id - Petugas Kepolisan Sektor Kelapa Gading Jakarta Utara menangkap empat orang pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah Jakarta Utara. Keempat orang yang ditangkap polisi pada Selasa (20/3/2018) lalu itu berinisial H, AHP, AP, dan S. Tiga di antara mereka, yakni H, AHP, dan AP, bekerja sebagai petugas keamanan di dua tempat berbeda. Adapun H dan AHP merupakan petugas keamanan di suatu sekolah internasional di kawasan Kelapa Gading, sedangkan P bekerja di sebuah hotel kawasan yang sama. Sementara itu, S berperan sebagai bandar atau penjual narkoba jenis sabu-sabu yang beroperasi di kawasan Tanjung Priok. Keempatnya tergabung dalam sebuah sindikat peredaran sabu-sabu.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif Fazlurrahman mengatakan, penangkapan keempat orang tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat mengenai praktik peredaran sabu-sabu di NJIS dan Hotel BnB. "Polsek Kelapa Gading menindak lanjuti informasi tersebut dengan cara melakukan observasi dan survailence di kedua tempat tersebut," kata Arif. Kemudian, polisi menangkap H di tempat kerjanya dan mendapati barang bukti berupa tiga paket sabu-sabu siap edar. Ketika diinterogasi, H mengatakan bahwa paket tersebut sudah dipesan oleh AHP dan AP. Setelah itu, polisi pun meringkus AHP dan AP ketika keduanya sedang bertugas. "Penggeledahan di loker tempat bekerja didapati berbagai peralatan alat hisap sabu/bong dan selanjutnya dilakukan tes urine dan hasilnya positif mengandung methamfetamine," kata Arif. Lewat keterangan H pula polisi dapat menciduk S di kediamannya di kawasan Papanggo, Tanjung Priok. Polisi memperoleh sejumlah paket sabu-sabu siap edar dari tangan S.

Dari ketiga penangkapan tersebut, polisi mengamankan lima bungkus plastik berisi sabu-sabu dengan berat total 10,69 gram serta tiga plastik klip kecil berisi kristal putih dengan berat total 1 gram. Akibat perbuatannya, keempat orang tersebut dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.




(kompas)


    Berita Terkait