Ponpes Sabilurrahman Mencetak Hafidz Qur'an Handal

bantenplus.co.id - Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrahman yang beralamat di kampung Cibetik, Kelurahan Pangampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang merupakan ponpes yang mencetak para Hafidz Quran.

Ponpes yang didirikan pada bulan mei tahun 2014 ini merupakan dorongan dari masyarakat dan tokoh agama. Karena sebelumnya, sejak tahun 2011 Pengasuh ponpes Sabilurrahman yaitu Kiyai Ofa musthofa atau yang lebih dikenal dengan sebutan abah itu hanya mengajarkan Al-Quran kepada Anak yatim dan Duafa di sebuah rumah pribadi yang dihibahkan seorang saudagar dan diberi nama "Griya Rahma" (Rumah kasih sayang) yang terletak di kampung tegal kembang, kelurahan pipitan, kecamatan walantaka, Kota Serang.

"Cikal bakalnya yaitu dari Griya rahma yaitu sejak tahun 2011, kemudian usulan dari masyarakat dan tokoh agama agar mendirikan Pondok pesantren hingga akhirnya didirikan lah pondok pesantren Sabilurhman," ujar ustad Ubaidillah yang merupakan menantu dari pengasuh ponpes Sabilurhman.


Ubaidillah yang juga sebagai pengajar di ponpes tersebut menuturkan, didirikannya ponpes Sabilurhman juga merupakan cita-cita Abah (sapaan pengasuh Ponpes) karena, di Walantaka belum ada ponpes tahfidz Quran. Kendati demikian, metode di ponpes itu tidak sepenuhnya tahfid Quran melainkan juga digabung dengan ponpes modern.

"Untuk metode pembelajaran di ponpes Sabilurhman sama dengan sekolah MTS pada umumnya. Namun, yang membedakan yaitu terdapat pembahasan khusus tafsir dan tajwid Al-Quran," tuturnya.


Dirinya menjelaskan, untuk kegiatan santri, di ponpes Sabilurrahman di mulai sejak pukul 03.30 WIB dini hari. Para santri sudah mulai melakukan aktifitas mulai dari qimulail (solat tahadjud) dan melakukan hafalan Quran hingga subuh minimal menghafal setengah kaca.

"Kita target minimal 3 bulan hafal 1 juz. Kegiatan belajar mengajar itu dimulai pukul 07.30 WIB. Sementara pukul 07.00 WIB mereka solat duha. Belajar dilakukan hingga solat dzuhur dan setelah dzuhur para santri kembali melakukan hafalan quran. Sementara untuk sore harinya parasantri melakukan giat ekskul, seperti memanah, futsal bagi yang ikut ekskul. Yang tidak ikut mereka menghafal. Sementara untul ekskul silat itu malam jumat, dan latihan Qori malam senin," jelasnya.

Meskipun baru seumur jagung, namun animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Ponpes Sabilurrahman sangatlah besar. Sehingga pihak ponpes membatasi jumlah siswa yang ingin masuk. Hal tersebut dikarenakan, saat ini masih terkendala dengan jumlah pengajar yang terbatas.

"Saat ini belum ada lulusan, angkatan pertama baru mencapai kelas 9 MTS. Untuk pertahun di batasi, karena anak-anak saat menghafal itu tidak sebentar, Ustd itu hanya bisa megang sampe 8. Sehingga tahun kemarin itu kami batasi maksimal menerima murid sebanyak 33, dan sekarang setelah musyawarah kita itu maksimal 20 ikhwan dan 20 akhwat per angkatan," jelasnya.

"Kita kewalahan di hafalannya, di tahun ajaran baru ini kita target setahun hafal 4 juz. Meskipun demikian, ada anak Madrasah Ibtidaiah (MI) yang bermukim di ponpes sudah hafal 10 juz dan ada anak MTS kelas 2 sudah ada yang hafal sepuluh juz," tambahnya.

Menurutnya, kesulitan dalam membimbing anak menghafal Al-Quran yaitu lebih kepada semangat para santri yang ingin menghafal. Sehingga peran pengajar sangat berpengaruh dalam memotifasi santrinya. "Paling kita lebih memotifasi tentang apa saja fadilah-fadilah mengkhafal Al-Quran. Dan memang ada yang semangat untuk menghafal al-quran, kami ingin mencetak tahfid Quran. Saat ini baru ada 8 pengajar yang mukim," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk ekskul yang ada di ponpes yang tengah di gaungkan yaitu ekskul memanah. Karena, pihak ponpes menginginkan lebih mengutamakan ekskul yang di sunahakan seperti memanah dan berkuda. "Kita juga akan latihan pacuan kuda di taktakan, minggu depan guru-gurunya akan dilatih berpacu kuda," pungkasnya.

(uus/red)




    Berita Terkait