PULE JAJAR HARAPAN BARU AIR BERSIH GUNUNG KIDUL

Girisubo, Gunung Kidul. Musim kemarau panjang yang terjadi di Gunung Kidul mengakibatkan warga kekurangan air bersih untuk kegiatan sehari hari. Baru baru ini ditemukan sumber air gua bawah tanah yang berhasil diangkat ke permukaan sehingga diharapkan bisa banyak membantu kebutuhan air di daerah Girisubo dan sekitarnya.

"Sebenarnya sudah beberapa tahun yang lalu ditemukan sumber mata air ini, tapi memang baru sekarang bisa kita angkat ke permukaan, banyak kendala yang kita hadapi dilapangan" Kata Letkol Inf Noppy Laksana Armiyanto, Komandan Kodim 0730 di lokasi Gua Pule Jajar Girisubo.

Terlihat di lokasi anggota Kodim 0730 Gunung Kidul bahu membahu bersama komunitas Merangkul Bumi ( KOMBI ) dan jajaran instansi terkait lainnya termasuk Danpal IV /2 DIY, hadir juga Mayor Cpl Muhammad Arif Yazul / Komandan Denpal IV/2 DIY, yang ikut terjun langsung masuk kedalam perut bumi.

"Kami banyak mendapatkan bantuan material seperti selang dan lain lain dari Kasum TNI Bapak Letjen Joni Supriyanto, kami bahu membahu bersama masyarakat dan instansi terkait lainnya untuk melakukan pekerjaan ini" lanjutnya

Debit sungai bawah tanah di Gua Pulejajar ini cukup besar, bisa puluhan liter per detik saat kemarau, sehingga diprediksi bisa mencukupi kebutuhan warga Jepitu yang selama ini mengalami krisis air bersih jika kemarau datang. Rencananya air diangkat dengan menggunakan sistem grafitasi, air di angkat dari kedalaman 1,2 km dan ternyata membuahkan hasil.

"Semoga proses pengangkatan air yang kita lakukan ini berjalan lancar, karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk bisa mencukupi kebutuhan air bersih warga Girisubo dan sekitarnya. Mudah mudahan ini juga menjadi projec percontohan bagi upaya pengangkatan air dari perut bumi di kawasan Gunung Kidul ini" Letkol Inf Noppy Laksana Armiyanto menutup pernyataan.


    Berita Terkait