Satreskrim Polres Pandeglang Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ranmor

Pandeglang, BantenPlus.co.id - Satuan Reserse Kriminal Polres Pandeglang berhasil menggagalkan Penyelundupan puluhan kendaraan bermotor roda dua. Yang tercatat ada sekitar 25 unit Ranmor dari berbagai merek, diamankan di Mapolres Pandeglang.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono menungkapkan, kasus tersebut terungkap saat petugas Kepolisian mencurigai sebuah mobil truk yang mengangkut 25 sepeda motor di Kampung Jaha, Desa Sukamaju, Kecamatan, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, bersama tersangka Hendri Efendi (35). Yang kemudian di amankan oleh Sat Reskrim Polres Pandeglang.

"Karena kecurigaan dari anggota, maka diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan, ternyata sebagian dari kendaraan sudah diketok nomornya, nomor rangka disamarkan. Sedangkan kendaraan lain ditemukan ada yang memiliki STNK, ada pula yang tidak," ungkapnya, Kamis (25/10/18).

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun Wartawan BantenPlus, motor-motor yang akan digelapkan ke Lampung tersebut, merupakan kendaraan yang masih proses kredit dan posisi yang masih dicicil, pelaku menjualnya dengan harga berkisar Rp. 2000.000 per unit. 

Lanjut Indra, bisa dikatakan ini adalah modus baru dalam tindak pidana penadahan kendaraan bermotor karena hampir semua kendaraan masih proses kredit.

" Modus seperti ini baru pertama kali di Pandeglang," tegasnya.

Dalam kasus tersebut, Sat Reskrim  Polres Pandeglang berhasil menahan  HE (36), dimana HE tersebut berperan sebagai penadah. Kemudian Sat Reskrim Polres Pandeglang melakukan pengembangan dan berhadil mengamankan Faat (40) yang juga bertugas sebagai penadah. 

" Puluhan kendaraan motor itu akan dijualbelikan kepada para petani di Lampung Utara. Mereka memperoleh kendaraan dari berbagai lokasi yang tersebar dari Banten hingga Jabodetabek, mereka mengaku baru pertama kali, namun kami masih mendalami kasus tersebut. Kuat dugaan, mereka memiliki jaringan yang lebih luas," ungkapnya.

Polisi sudah menetapkan keduanya sebagai pelaku yang dengan sengaja memperjual belikan atau menyimpan barang yang diperoleh dari hasil kejahatan.

Pelaku dijerat Pasal 481 KUHP Tentang Penadahan, dengan ancaman kurungan penjara paling lama 7 tahun.


(Aldo)


    Berita Terkait