Siapa Sosok Sunny Tanuwidjaja? Ahok Kini Buka-bukaan

bantenplus.co.id -  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut Sunny Tanuwidjaja merupakan sepupu dari istri Franky Oesman Widjaja, anak dari bos Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja.

Ia menyampaikan pernyataan itu untuk mengklarifikasi kabar yang menyebut Sunny sebagai cucu dari Eka.

Sunny merupakan staf Ahok yang belakangan sering dikait-kaitkan dalam kasus suap yang melibatkan Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi.

"Istri Franky Widjaja itu sepupu dia. Menantu Eka Cipta Widjaja itu sepupunya Sunny," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Menurut Ahok, Sunny sudah mulai dekat dengannya sejak tahun 2010, tepatnya saat Ahok masih menjadi anggota Komisi II DPR RI.

Sejak Pilkada 2012, Ahok menyebut Sunny mulai menyusun disertasi yang membahas mengenai sepak terjang Ahok dalam dunia politik untuk studi S-3 di salah satu universitas di Illinois, Amerika Serikat.

"Makanya, dia mau nunggu saya sampai selesai. Ingin tahu dengan gaya politik saya bisa terpilih enggak nih. Karena secara logika politik, di Indonesia belum bisa yang kayak saya," ujar Ahok.

Ahok bertemu dengan jajajaran manajemen PT Muara Wisesa Samudra, di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/04/2015).

Rombongan manajemen anak perusahaan Agung Podomoro Land itu dipimpin Wakil Direktur I Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

Kepada Ahok, sapaan Basuki, dijelaskan soal rencana reklamasi Pulau G (Pluit City) beserta pembangunan rumah tinggal, rumah toko, dan perkantorandi atas pulau buatan tersebut.

Setelah melihat pemaparan atas rencana tersebut, Ahok menyoroti soal dampak ditimbulkan bagi lingkungan akibat reklamasi tersebut.

Satu di antaranya adalah kekhawatiran terjadinya pendangkalan.

“Bisa dilewati kapal (nelayan) atau nggak,” ujar Ahok bertanya.

Ariesman yang duduk di sebelah kanannya pun menjawab.

“Dilewatin kapal, pasti kita jamin,” kata pria yang kini menjabat Presiden Direktur Agung Podomoro Land tersebut.

Melalui forum pertemuan dalam satu meja itu, Ahok menyuarakan kepentingan nelayan yang paling terkena dampak dari reklamasi.

“Masak kita ngemis-ngemis nelayan mau lewat, kan nggak lucu,” kata Ahok yang mengenakan kemeja batik lengan panjang.

Pertemuan tersebut diabadikan melalui video rekaman oleh Humas Sekretariat Provinsi DKI Jakarta dan diunggah melalui channel resmi pada YouTube.

Berikut ini rekaman selengkapnya selama pertemuan berlangsung guna mengetahui apa saja mereka bahas.

[Pertemuan Gubernur DKI Jakarta dengan manajemen PT Muara Wisesa Samudra. VIDEO: YOUTUBE.COMN/PEMPROV DKI]

Jelang tepat setahun pasca pertemuan tersebut, Ariesman tersandung kasus.

Dia baru saja ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap kepada Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi.

Ariesman diketahui berperan dalam pemberian suap uang sebanyak Rp 1,14 miliar kepada Sanusi.Menurut Ahok, apa yang dilakukan Ariesman membuktikan bahwa masih banyak pengusaha yang tak percaya dengan upaya pembersihan birokrasi yang ia lakukan."Saya merasa kadang-kadang pengusaha tidak percaya bahwa kita makin lama makin bersih. Saya enggak tahu motifnya apa. Kadang-kadang pengusaha terlalu takut. Kalau dipanggil pejabat, dipanggil politisi, dia pikir mesti bawain duit," ujar Ahok sebagaimana dikutip dari Kompas.com.Namun, Ahok memuji langkah yang dilakukan Ariesman yang sudah menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (1/4/2016) malam."Kalau sudah jadi tersangka ngapain kabur, harus menyerahkan diri. Saya kira sudah benar," kata Ahok.Ahok mengakui Ariesman sebagai tetangganya, namun tak menyebut di daerah mana di Jakarta.

Sumbang 8 Mobil Bus 

Citra konsorsium dari tujuh pengembang properti terkemuka, PT Agung Podomoro Land Tbk kini sedang terpuruk.

Selama ini, Agung Podomoro Land dikenal sebagai raksasa proyek properti Ibu Kota.

Gedung jangkung dibangun di mana-mana hingga memodernkan wajah Jakarta.

Karena proyeknya itu, perusahaan yang tercatat di lantai Bursa Efek Indonesia ini memiliki banyak tanggung jawab kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Satu di antara tanggung jawabnya adalah menunaikan corporate social responsibility.

Anak perusahaan Agung Podomoro Land, Agung Sedayu Group akan menyerahkan hibah delapan unit bus bertingkat baru kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bus itu akan digunakan sebagai armada baru TransJakarta.

Dikutip dari Kompas.com, bus tingkat ini bernama Highlander.

[Bus tingkat New Armada Highlander pesanan Agung Sedayu Group untuk Transjakarta. FOTO: KOMPAS.COM]

[Lantai satu bus tingkat New Armada Highlander pesanan Agung Sedayu Group untuk Transjakarta. FOTO: KOMPAS.COM]


[Lantai dua bus tingkat New Armada Highlander pesanan Agung Sedayu Group untuk Transjakarta. FOTO: KOMPAS.COM]

Karoserinya dibangun di atas sasis Mercedes-Benz 2542.

Konsepnya jadi angkutan massal berkapasitas 16 tempat duduk di lantai bawah dan 59 tempat duduk di lantai atas.

Satu di antara delapan bus buatan karoseri PT Mekar Armada Jaya (New Armada) itu ditampilkan di International Trade Exhibition for Auto Parts, Accessories and Vehicle Equip (INAPA) dan The 7th Indonesia International Bus, Truck & Component (IIBT) yang digelar di JiExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (29/3/2016) hingga Jumat (1/4/2016).

Highlander punya fitur CCTV di bagian atap depan dan belakang, running text LED di bagian eksterior depan dan setiap lantai, televisi 22 inci, dan tempat duduk khusus untuk difabel.

Bila diperhatikan dengan seksama, bus ini tidak punya tuas transmisi panjang identik manual sebab menggunakan versi otomatis, pengemudi juga mendapatkan sistem Global Positioning System (GPS), dan panel khusus buat rem parkir dan tombol-tombol pengaturan lain.

sumber : Tribun Timur


    Berita Terkait