Terbantu Dengan JKN-KIS, Warga Rangkas Tak Ingin BPJS Kesehatan Dibubarkan

LEBAK - Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Pasalnya masyarakat yang mengalami sakit harus operasi dan menjalani rawat inap tidak dihantui lagi dengan biaya yang mahal hingga ratusan juta.

Hal inipun terbukti dari pengakuan warga Leuwi Kaung Rt 02/03 Rangkasbitung, Provinsi Banten, Yoyo Mufti (59). Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS dari BPJS Kesehatan.

Saat ditemui di kediamannya, Yoyo Mufti (59) didampingi sang istri Bariah (46) menceritakan, dirinya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari Pemerintah sejak tahun 2014 silam. Hal itu pun dilakukan lantaran untuk mengantisipasi bila terjadi sakit.

Benar saja, pada tahun 2014, Yoyo Mufti mengalami gangguan pada lambungnya dan ditambah kolestrol yang kambuhan. Dan yang lebih parahnya lagi, pada tahun 2019 dirinya mengidap penyakit gula darah hingga harus dibawa ke rumah sakit Adjidarmo, Rangkasbitung sampai 3 kali dirawat dan terbaru harus dilakukan rawat inap selama 12 hari.

"Alhamdulilah sangat terbantu dengan KIS dari Pemerintah, tidak keluar biaya sedikitpun. Kalo enggak ada BPJS Kesehatan, apa jadi suami saya, dengan biaya yang cukup mahal. Mungkin aja gak terobati dan enggak bisa sembuh, untungnya ada BPJS Kesehatan, suami saya sudah membaik sekarang," ujar Bariah, istri dari Yoyo Mufti.

Meski demikian, lanjut Bariah, meskipun keadaan suaminya sudah membaik, ia tetap membawa suami untuk berobat jalan selama 2 minggu sekali.

"Suami saya sekarang sudah membaik, tapi setelah dirawat suami saya tetap berobat jalan. Alhamdulilah dengan memakai kartu BPJS kesehatan ngga pernah dikenakan biaya," jelasnya.

Ia mengatakan, meskipun memakai BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit tidak membeda-bedakan dari segi pelayanan. "Meskipun suami saya pake KIS dari BPJS Kesehatan, pelayanan di rumah sakit tidak di beda - bedakan dari segi pelayanannya sampai obat, sama seperti yang pake umum," terangnya.

Diakhir pembicaraan, dirinya berharap kepada BPJS kesehatan jangan sampai di bubarkan. Apalagi, kata Bariah, khususnya kepada masyarakat tidak mampu.

"Saya harap BPJS Kesehatan terus diadain, jangan sampai dibubarin. Iya apalagi namanya rakyat kecil melalui program seperti inilah yang dapat kami rasakan langsung bahwa negara hadir ditengah-tengah masyarakat," harapnya.

Diketahui, sampai dengan 31 Oktober 2019, jumlah kepesertaan JKN-KIS secara nasional telah mencapai 222.278.708 jiwa, dan hampir 134 jutaan jiwa diantaranya dibiayai oleh Pemerintah baik pusat maupun daerah.(Aden)


Berita Terkait