Ternyata Ini Code Wilayah Plat Nomor Kendaraan Di Provinsi Banten Dan Fungsinya

bantenplus.co.id - SERANG -  Setiap Kabupaten/Kota yang berada di Indonesia memiliki Code wilayah yang tertera pada plat nomor kendaraan, hal ini dimaksud agar setiap kendaraan dapat tercatat dan terdata secara administrasi oleh oleh pihak Kepolisian dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten/Kota yang juga sebagai penentu kebijakan pembayaran pajak kendaraan yang nantinya akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di wilayah hukum Polda Banten sendiri setidaknya terdapat 6 (enam) Kabupaten/Kota yang secara administrasi kendaraannya dibawahi oleh Kasubdit Regident Polda Banten, yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon dan Kabupaten Tangerang.

Untuk mengetahui code wilayah dapat di lihat dari huruf yang tertera di plat nomor kendaraan, huruf pertama di depan (A) menandakan bahwa kendaraan tersebut masuk dalam wilayah hukum Polda Banten, huruf Pertama Setelah Angka contoh A 1234 (A)A menandakan code wilayah Kabupaten/Kota Pembelian Kendaraan.

Untuk wilayah Kota Serang dengan wilayah hukum Polres Serang Kota ditandai dengan huruf pertama setelah angka A, B, C, dan D. Kabupaten Serang dengan wilayah hukum Polres Serang ditandai dengan huruf pertama setelah angka E, F, G, H, dan I. Kabupaten Pandeglang dengan wilayah hukum Polres Pandeglang ditandai dengan huruf pertama setelah angka J, K, L, dan M. Sedangkan Kabupaten Lebak dengan wilayah hukum Polres Lebak ditandai dengan huruf setelah angka N, O, P, Q. Untuk Kota Cilegon dengan wilayah hukum Polres Cilegon ditandai dengan huruf setelah angka R, S, T, dan U. Dan terakhir Kabupaten Tangerang dengan wilayah hukum Polresta Tangerang ditandai dengan huruf pertama setelah angka V, W, X, Y dan Z.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Banten AKBP Ariancolibrito juga menjelaskan, untuk pengcodean wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Ditlantas Polda Banten baru memberikan dua huruf dibelakang angka plat nomor kendaraan sebagai code administrasi kendaraan di masing-masing Kabupaten/Kota.

"Sementara ini Polda Banten baru memberikan dua huruf di belakan angka plat nomor sebagai kode wilayah karena angkanya belum habis, jika memang jumlah kendaraan sudah melebihi angka yang kita sediakan pasti akan di tambah menjadi tiga huruf di belakang angka seperti yang terjadi di Kota-Kota Besar," jelas AKBP Ariancolibrito.

"Nantinya kode tersebut menjadi penentu kendaraan membayarkan pajak kendaraan ke wilayah Kabupaten/Kota sesuai dengan yang tertera pada kode wilyah di plat nomor kendaraan, yang nantinya akan diterima Bapenda dan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tambah Arian.

Persoalan ini tentunya terlihat sederhana, namun jika dicermati dapat merugikan PAD suatu wilayah, contoh. Kendaraan dengan code wilayah Kota Cilegon namun pemilik kendaraan berdomisili di Kabupaten Pandeglang dan beraktifitas di Kabupaten Pandeglang. Akan tetapi saat pembayaran pajak pemilik harus menyetorkannya ke wilayah administrasi Kota Cilegon yang berarti menjadi PAD bagi Kota Cilegon.

"Untuk itu kami menyarankan bagi pemilik kendaraan yang berpindah tempat tinggal ke wilayah lain atau membeli kendaraan second dari luar wilayah harus melakukan mutasi Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) agar pajak kendaraan dapat masuk sesuai dengan domisili kendaraan dan pemilik dan menambah PAD Kabupaten/Kota itu sendiri," tandasnya.  (Aden) 


    Berita Terkait