GPPI Gelar Doa Lintas Agama dan Deklarasi Solidaritas Untuk Rohingya

GPPI Gelar Doa Lintas Agama dan Deklarasi Solidaritas Untuk Rohingya (Ilustrasi: Banten Plus) (foto: GPPI Gelar Doa Lintas Agama dan Deklarasi Solidaritas Untuk Rohingya)

bantenplus.co.id, JAKARTA - Ada suasana yang berbeda di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa, (12/9/2017) siang. Sejumlah aktivis Gerakan Putra Putri Indonesia berkumpul menggelar Doa Lintas Agama dan Deklarasi Solidaritas Indonesia untuk Rohingya bertajuk 'Solidarity for Rohignya'.

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka sebagai inisiator gerakan ini memimpin doa lintas agama dengan sejumlah tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu. Diketahui salah satu tokoh Ulama Banten, Kiai Matin Syarkowi juga hadir pada deklarasi tersebut.

"Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan golongan menyadari bahwa keberagaman adalah hal kodrati, yang harus dijaga dan merupakan kekuatan untuk membangun peradaban manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan," kata Rieke, dalam pesan tertulis.

Konflik di Myanmar, lanjut Rieke, yang menyebabkan banyak korban dari warga Rohingya tersebut merupakan tragedi kemanusiaan. "Apa pun alasan dibalik konflik tersebut, berbagai tindakan kekerasan yang menimpa warga Rohingya tidak dapat dibenarkan," terang politisi PDIP tersebut.

"Kami meyakini tidak ada satu ajaran agama mana pun yang membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, seperti teror, intimidasi, hingga penghilangan nyawa oleh siapa pun, kepada siapa pun, atas alasan apa pun," sambungnya.

Kami, Putra dan Putri Indonesia yang bergabung dalam Gerakan Putra Putri Indonesia mendeklarasikan 'Solidaritas Indonesia untuk Rohingya' dan menyatakan:

1. Kami, Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar agar menghentikan segala bentuk tindak kekerasan terhadap warga Rohingya


2. Kami, Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar untuk mengembalikan stabilitas keamanan dan perlindungan kepada semua orang di Rakhine State tanpa memandang suku dan agama.


3. Kami, Putra dan Putri Indonesia mendesak Pemerintah Myanmar untuk membuka akses  bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingya 


4. Kami, Putra dan Putri Indonesia mendesak PBB agar secepatnya mengambil langkah-langkah kemanusiaan serta upaya konkret yang tepat untuk penyelesaian konflik di Myanmar


5. Kami, Putra dan Putri Indonesia mengajak seluruh kaum muda dunia, khususnya  di ASEAN untuk menyuarakan solidaritas dan perdamaian untuk Rohingya. (vrd/red)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Tulis Komentar Dengan Bijak Sesuai dengan ToS