Memasuki Usia ke 49, BPJS Kesehatan TerusTingkatkan Komitmen Layanan JKN-KIS

Memasuki Usia ke 49, BPJS Kesehatan TerusTingkatkan Komitmen Layanan JKN-KIS (Ilustrasi: Banten Plus) (foto: Memasuki Usia ke 49, BPJS Kesehatan TerusTingkatkan Komitmen Layanan JKN-KIS)

bantenplus.co.id - Jakarta-Hari Ulang Tahun (HUT) BPJS Kesehatan ke 49 semakin terlihat wujud nyatanya untuk terus meningkatkan layanan Jaminan kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) lewat beberapa gebrakan yang telah dilakukan demi peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat Indonesia. 

Salah satu inovasi terkini yang dihadirkan adalah lahirnya Program e-JKN melalui soft launching aplikasi Mobile JKN pada peringatan HUT BPJS Kesehatan ke-49 pada sabtu (15/7) lalu. 

"Program e-JKN ini dirancang untuk memudahkan peserta dalam melakukan berbagai perubahan data dalam status kepesertaannya di Program JKN-KIS," ucap Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris, Jakarta, Senin (17/7).

Kata Fahmi, Ada 16 fitur yang bisa dimanfaatkan pada aplikasi Mobile JKN, diantaranya Fitur Pindah Faskes, Fitur Perubahan Identitas, dan Fitur Pindah Kelas. Fitur pada aplikasi Mobile JKN ini juga menurutnya, akan terus dikembangkan dan diperkaya dengan fitur-fitur lainnya, yang mengakomodir kebutuhan peserta agar kian menikmati pelayanan Program JKN-KIS yang berkualitas.

Sejak 1 Januari 2014, Indonesia memang telah mengimplementasikan Program JKN - KIS yang merupakan salah satu dari amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). 

Secara bertahap, Fahmi mengatakan, Program JKN-KIS  terus berkembang pesat hingga kini, dan bergerak menuju cakupan semesta. Melalui Program JKN-KIS, setiap warga negara Indonesia mendapatkan akses dan jaminan  pelayanan kesehatan. 

Hingga dengan saat ini, lanjutnya, jumlah masyarakat yang telah mengikuti Program JKN-KIS hampir mencapai 70% dari jumlah penduduk Indonesia. "Program JKN-KIS ini sendiri merupakan salah satu Program Prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi-JK yang tercantum dalam Nawacita ke-5, yaitu meningkatan kualitas hidup manusia Indonesia," papar Fahmi. 

Program ini juga diharapkan mampu meretas jalan perubahan demi Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. 

Dalam kesempatan ini, turut dihadiri Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf. 

 "Pada kesempatan yang berbahagia ini, secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarno Putri, Presiden Republik Indonesia ke-5, yang menjadi inisiator lahirnya UU SJSN Tahun 2004. Sungguh besar kontribusi beliau dalam ikhtiar mewujudkan cita-cita bangsa, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. UU SJSN ini juga menjadi tonggak lahirnya BPJS Kesehatan,” terangnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sarasehan Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan ke 49.



(Gita/red)





BERIKAN KOMENTAR ANDA

Tulis Komentar Dengan Bijak Sesuai dengan ToS