Satu Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Mahasiswa Nilai Gagal

Satu Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Mahasiswa Nilai Gagal (Ilustrasi: Banten Plus) (foto: Satu Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Mahasiswa Nilai Gagal)

SERANG - Bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Wahidin Halim (WH) - Andika Hazrumy, Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Melawan (Geram) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug Kota Serang, Senin, (14/5/2018).

Massa menilai, bahwa kepemimpinan Wahidin Halim (WH) - Andika Hazrumy sejak ditetapkan pada tanggal 12 Mei 2017 lalu telah gagal memimpin Banten. 

Seperti yang diungkapkan Koordinator aksi Faqih Helmi, menurutnya masyarakat Banten harus kembali menahan rasa sabarnya atas kegagalan kepemimpinan satu tahun WH-Andika. Karena dalam kenyataan objektif, kata dia, Provinsi Banten tidak ada perubahan secara signifikan. "Ini menunjukan ketidak percayaan publik terhadap kepemimpinan WH-ANDIKA," ujarnya.

Ia juga meniali, bahwa semangat perubahan yang di munculkan oleh WH-Andika pada saat kampanye nampaknya hanya sebatas angan-angan belaka dan semata-mata hanya untuk meyakinkan pemilih pada Pilgub 2017 lalu. Terbukti lanjut dia, dari pembangunan dalam sektor birokrasi, pendidikan, kesehatan dan infrastrukur hanya jalan ditempat dan statis tanpa ada tindakan kongkit.

"Ini dibuktikan dengan diamnya WH-Andika atas keterlibatan Sekda Provinsi Banten dalam dinamika Pikada 2018 di kota serang, padahal hasil Komisi Aperatur Sipil Negara (KASN) Menunjukan adanya pelanggaran yang dilakukan Sekda Provinsi Banten atas PP No 42 Tahun 2004 terkait safari politiknya," katanya.

Ia juga mengatakan, soal pendidikan gratis di tingkat SMA/SMK yang dianjikan hanya sebatas mimpi bagi masyarakat Banten, karena realitas yang terjadi dilapangarn pendidikan gratis  belum terasa secara keseluruhan.

"Kemudian kesehatan gratis dengan menggunakan KTP gagal di realisasikan karena berbenturan dengan peraturan pusat. Selanjutnys Infrastruktur dengan sembangunan jalan sepaniang 100 KM yang akan dibangun pada tahun 2018 belum sama sekali dilakukan, bahkan proses pelelangannya mangkrak," tuturnya.

Selain itu, hal paling miris yang terjadi ditanah jawara menurutnya, yaitu masifnya penduduk miskin dan akutnya pengangguraran yang terjadi Sesuai dengan Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten bahwa kenaikan angka kemiskınan semakin bertambah.

"Pada Maret 2017, ada 675 04 ribu penduduk miskin. Namun di Septomber 2017, Panduduk miskin bertambah sebanyak 24,79 ribu orang, sehingga menjadi 699,83 ribu orang. Untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukan hahwa pada febuari 2018 TPT sebesar 9,28 persen Nomor 2 tertinggi se- Indononesia. Maka dengam kompleksnya persoalan rakyat banten di atas Gerakun Rakyat Melawan (GERAM) Mendesak dan Menuntut kepada WH-Andika urtuk Mewujudkan Reformasi Birokrasi di tubuh Pemerintahan Provinsi Banten," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Pemprov Banten dapat mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran, merealisasikan Pendidikan gratis ditingkat SMA/SMK, merealisasikan kesehatan gratis, serta mempercepat pembangunan jalan Provinsi Banten.

Untuk diketahui Gerakan Rakyat Melawan (GERAM) terdiri dari beberapa organisasi Mahasiswa diantaranya Komunitas Soedirman 30, Kumala PW Serang, PP Hamas ,GMNI DPD Banten, Kumandang, HMI Cabang Pandeglang, HMI FKIP Untirta, HMI Komisariat Fasei, LMND Ekot Pandeglang dan Permai DPC Banten. (Us/red)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Tulis Komentar Dengan Bijak Sesuai dengan ToS