Waduh! Diduga Tindakan Medis Lamban, Pasien RSUD Pandeglang Tak Tertolong

Waduh! Diduga Tindakan Medis Lamban, Pasien RSUD Pandeglang Tak Tertolong (Ilustrasi: Banten Plus) (foto: Ilustrasi. Sumber google.)

PANDEGLANG - Lambannya penanganan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandeglang dikeluhkan warga. Parahnya, akibat tidak adanya tindakan medis dari Rumah Sakit hingga nyawa pasien tidak tertolong. 

Seperti yang di ungkapkan Encup Sukrana warga Kampung Cihasem, Pandeglang yang mengeluhkan buruknya pelayanan RSU Berkah Pandeglang. Pasalnya, saat membawa adiknya Aning Ruyani (48) berobat, pasien tidak mendapatkan maksimal dari tim medis hingga nahas nyawanya tak tertolong. 

"Awalnya tiba di RSU Berkah hari Minggu (20/05/18) sekitar pukul 08.00 WIB langsung mendaftar dengan membayar Rp 100.000. Selain itu medis memberikan resep dokter seharga Rp 400.000. Dari pagi sampai jam tiga sore pasien masih di IGD, belum juga dibawa ke ruangan. Padahal saya diarahkan untuk mendaftar terlebih dahulu, saya sempat menanyakan kepada perawat kapan adik saya masuk ruangan," tuturnya kepada wartawan. 

Namun lanjut dia, setelah dirinya ngotot meminta ruangan akhirnya adiknya itu bisa masuk ruangan perawatan. Akan tetapi, meski sudah mendapat ruangan, adiknya tidak mendapatkan penanganan dokter. Parahnya, petugas malah menyarankan agar dirinya membawa pasien ke kelinik swasta dengan alasan tidak adanya dokter.

“Saya diarahkan baiknya ke rumah sakit swasta atau ke klinik dr Agus saja. Di sini (RSU Berkah, red) dokternya ga ada, kekurangan tenaga medis,” ucapnya menirukan penyataan salah seorang petugas di IGD.

"Iya harusnya jika mau dirujuk ke rumah sakit lain ngomong dong dari awal. Ini karena terlambat mendapatkan perawat, sekitar pukul 20.30 WIB adik saya meninggal dunia. Adik saya dari jam 10 pagi sudah kritis. Saya sempat meminta bantuan petugas tetapi mereka tidak ada pas mereka (petugas, red) datang pun nyawa adik saya sudah tidak tertolong. Saya kecewa dengan pelayanan RSU Berkah,” tandasya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Keperawatan RSU Berkah, Dede Suganda mengatakan, besok, Selasa (22/5/2018) akan ada permintaan klarifikasi dari keluarga pasien.

“Ada permintaan dari Encup (keluarga pasien, red), besok kita mau klarifikasi dengan pihak keluarga pasien itu pun atas permintaan dari pihak keluarga pasien. Semunya dikumpulin, perawatnya ada, dokter IGD-nya ada, dokter ruangannya pun ada. Saya sudah instruksikan ke dokter yang meriksanya,” ujar Dede di RSU Berkah Pandeglang, Senin (21/05/2018).

Ia menambahkan,  pihaknya akan membedah beda pendapat antara keluarga pasien dengan tim medis. Hal itu bertujuan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. (Amir/red)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Tulis Komentar Dengan Bijak Sesuai dengan ToS