Tips Belanja Online yang Aman dari Serangan Siber

1 min read

Belanja online dikenal sebagai solusi untuk menahan penyebaran virus corona. Hal ini dikarenakan ketika masyarakat berbelanja secara online, masyarakat tidak perlu keluar rumah untuk membeli kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, belanja online diharapkan dapat membantu mengurangi intensitas keramaian yang berisiko penyebaran virus corona.

Namun, karena semakin banyak orang beralih dari belanja offline ke belanja online

, masalah keamanan meningkat. Peretasan dilaporkan meningkat selama pandemi COVID19. Tidak diragukan lagi, aktivitas belanja online yang dibatasi oleh keamanan siber adalah masalah yang harus diperhatikan semua pihak.

Memerangi kejahatan dunia maya bukan hanya tanggung jawab pemerintah; masyarakat sebagai pengguna internet juga harus berperan aktif dalam memerangi cybercrime. Bagi penggemar belanja online khususnya, ada tips agar belanja online aman dari serangan cyber. Mari kita lihat lebih dekat berikut ini:

  1. Ubah kata sandi Anda secara teratur

Mengubah kata sandi secara teratur adalah praktik yang disarankan bagi pengguna Internet.

Pemilik website pasti sudah berusaha untuk lebih meningkatkan keamanannya, tetapi proses ini saja tidak cukup, komunitas internet harus terlibat aktif dalam perlindungan akun belanja online mereka.

Jika Anda mengubah kata sandi Anda secara teratur setidaknya setiap 6 bulan, Anda dapat menghindari kejahatan dunia maya. Juga, pastikan Anda membuat kata sandi yang kuat menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil, simbol dan karakter, setidaknya 8 suku kata, dan jangan mencoba menggabungkan kata-kata yang mudah dibaca.

Kemudian hindari menggunakan password yang sama untuk semua akun belanja online dan media sosial. Tuliskan kata sandi di catatan atau gunakan pengelola kata sandi. Aktifkan proses otentikasi dua faktor untuk keamanan tambahan.

  1. Hindari WiFi publik saat melakukan transaksi

Menggunakan WiFi publik dapat bermanfaat karena Anda dapat menghemat kuota

. Namun, kami tidak menyarankan menggunakan WiFi publik untuk transaksi online. Pasalnya, ada risiko kebocoran data saat menggunakan WiFi publik.

Tentu saja, ini bisa terjadi, Anda tidak tahu siapa administrator WiFi publik. Oleh karena itu, ada baiknya menggunakan koneksi pribadi atau data seluler saat check out saat berbelanja online.

  1. Gunakan program anti-virus terbaru

Menggunakan antivirus tidak ada ruginya lho. Bahkan jika Anda selalu memperbarui sistem operasi Anda, tidak ada salahnya untuk menginstal program antivirus tambahan. Ini hanya berlaku jika malware juga dimasukkan ke dalam aktivitas belanja online Anda.

Pastikan antivirus yang Anda gunakan selalu terupdate.

  1. Gunakan perangkat pribadi

Saat berbelanja online, sebaiknya menggunakan komputer atau smartphone milik sendiri. Menggunakan perangkat publik atau pihak ketiga, bahkan teman, berisiko kehilangan data.

Anda juga tidak dapat memastikan seberapa lengkap keamanan pada perangkat yang bukan milik Anda. Jadi usahakan untuk selalu menggunakan perangkat pribadi saat berbelanja online.

Meskipun belanja online membawa risiko serangan cyber, jangan takut untuk berbelanja online. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebagai pengguna internet, masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam memerangi kejahatan dunia maya dengan melindungi akun pribadi mereka. Serangan siber dapat dihindari jika Anda memperhatikan poin-poin di atas dengan cermat.

Lihat Juga :

https://merkbagus.id/
https://www.gurupendidikan.co.id/
https://www.dosenpendidikan.co.id/
https://teknosentrik.com/
https://daftarpaket.co.id/
https://memphisthemusical.com/
https://www.dulurtekno.co.id/
https://www.i4startup.id/
https://dolanyok.com/
https://4winmobile.com/